17 Maret, 2019

PENDIDIKAN INDONESIA DI ERA 4.0,

Pada forum Ekonomi Dunia 2016 diumumkan kepada dunia bahwa terjadi fenomena global Industry 4.0, dan dunia berada di tengah-tengah Revolusi Industri keempat. Revolusi ini secara mendalam mengubah cara kita hidup, bekerja, mengajar dan belajar. Ruang lingkup, jangkauan dan dampak revolusi ini akan menjadi proporsi yang sampai saat ini tidak terduga, dan dunia  pendidikan akan berdampak sampai pada akarnya.
Bagan di bawah ini memberikan gambaran tentang empat revolusi industri besar yang telah terbentuk 300 tahun terakhir perjalanan umat manusia. 


Evolusi Pendidikan di Indonesia
Berbicara mengenai sejarah pendidikan di Indonesia, maka kita juga berbicara mengenaijaman. Pendidikan akan terus mengalami perubahan sejalan dengan berkembangnyajaman. Sebelum masa penjajahan, proses pendidikan sudah ada sejak masuknyaberbagai agama seperti Hindu, Budha dan Islam. Namun masih berorientasi padaproses penyebaran agamanya masing – masing.Sampai jatuhnya kerajaan Hindu terakhir di Indonesia yaitu Majapahit pada abad ke-5, ilmu pengetahuan pun semakin berkembang, khususnya dalam bidang sastra, bahasa, ilmu pemerintahan, tata Negara dan hukum. Kerajaan – kerajaan Hindu pun akhirnya mencetak empu – empu yag menghasilkan karya – karya yang bermutu tinggi salah satunya yang terkenal yaitu “Sotasoma” karya empu Tantular.Namun pada abad terakhir menjelang jatuhnya kerajaan Hindu di Indonesia, proses penyelenggaraan pendidikan pun tidak sebesar sebelumnya. Mereka hanya menyelenggarakan pendidikan di padepokan.Pada masa peradaban Islam, mulanya proses pendidikannya dilakukan oleh para Gujarat di kerajaan – kerajaan pesisir. Karena kerajaan pesisir lah yang mengalami banyak interkasi dengan bangsa asing dibanding dengan kerajaan pusat yang berada di pedalaman. Pada waktu itu Islam disambut dengan baik oleh kerajaan pesisir dan mereka segera memisahkan diri dari ajaran kerajaan pusat. Setelah itu Islam langsung berkembang pesat di Indonesia. System pendidikan dan pengajaran pada masa peradaban Islam ada 3 yaitu pendidikan di langgar, pesantren dan madrasah yang masing – masing memiliki ciri tertentu. Sampai sekarang pun model pendidikan peradaban Islam masih tetap bertahan.Pada masa penjajahan bangsa Portugis, setelah berhasil menduduki beberapa daerah Indonesia bagian timur, mulailah merekamenjadikan penduduk setempat menganut ajaran yang mereka bawa yaitu Roma Katholik. Dan segera memberikan pendidikan kepada masyarakat untuk memperdalam agama tersebut oleh Fransiscus Xavierus. Dan kemudian pada tahun 1536, mereka mendirikan sekolah untuk anak – anak dari pemuka Bumiputera. Pelajaran yang disampaikan adalah agama, membaca, menulis dan berhitung. Setelah menaklukkan portugis, VOC mengambil alih seluruh gereja dan mengusir seluruh padri – padri dan menjadikan gereja tersebut sebagai tempat pengajaran dan pendidikan agama nasrani (Kristen - Protestan). Dan memperluas jangkauan pendidikannya dengan mengambil alih lembaga – lembaga pendidikan bekas Portugis dan menambahkan sekolah – sekolah baru. Sama halnya dengan bangsa Portugis, VOC mendirikan sekolah – sekolah untuk menyebarluaskan agama mereka yaitu Kristen-Protestan.VOC terus meluaskan daerah kekuasaanya sampai pada akhirnya mereka banyak mendirikan jenis – jenis persekolahan yang juga mempunyai tujuan tertentu. Seperti Pendidikan Dasar, Sekolah Latin, Seminarium Theologicum, Akademi Pelayaran dan Sekolah Cina. Kurikulum – kurikulumnya pun beragam.Pada masa ini mungkin Indonesia pada era 1.0.Pada akhir abad ke-18 dan menjelang abad ke-19, VOC mengalami kemunduran sehingga tidak dapat berfungsi lagi sebagai lembaga yang mengatur pemerintahan dan masyarakat daerah Hindia – Belanda. Pemerintahan tersebut dilakukan secara tidak langsung oleh pemerinah Belanda kepada kaum Bumiputera guna mempertahankan status quo. Pada masa ini pendidikan tidak didasari lagi atas agama tertentu karena telah masuknya pola pemikiran Eropa sehingga mempengaruhi kebijakan – kebijakan pada umumnya.Pemikiran tersebut dinamakan “Aufklarung” (Fajar atau Terang). Aliran tersebut dicetuskan pada abad ke-17 yang di bawa oleh salah satu tokoh berpengaruh yaitu J. J. Rousseau. Rousseaumenganjurkan agar peserta didik diberikan kebebasan untuk memilih agamanya sendiri. Dengan kata lain aliran ini menjunjung tinggi toleransi beragama. Sehingga dimulai pada saat ini gereja tidak lagi memiliki peranan dalam pendidikan. Disinilah asal mulanya pemerintah atau negara yang memegang kendali pendidikan sehingga muncul sekolah – sekolah negeri.Seiring dengan pemikiran tersebut, pemerintah Hindia – Belanda sangat disayangkan masih hanya membuka sekolah – sekolah untuk anak – anak dari kaum terpandang atau bangsawan saja. Pembatasan sekolah berdasarkan status social ini dirasakan sampai tahun 1912. Tidak heran jika pada saat itu mereka yang sadar bahwa pendidikan dapat memperoleh status social yang baik dan memperbaiki kehidupan, mendirikan sekolah – sekolah swasta yang berorientasi Barat.Pada masa ini pendidikan Indonesia pada kategori 2.0.Pada saat Inggris mengambil alih pemerintahan Hindia – Belanda, pendidikan tidak mendapat perhatian, tetapi pemerintahan yang dipimpin Raffles itu lebih memusatkan perhatiannya terhadap ilmu pengetahuan yang pada akhirnya bidang tersebut mengalami kemajuan yang sangat pesat. Raffles banyak mendukung kegiatan – kegiatan yang bersangkutan dengan ilmu pengetahuan sehingga pada pemerintahannya, Raffles mendapatkan lebih banyak pengetahuan mengenai pulau Jawa dibanding dengan VOC.Pemerintahan Inggris pun jatuh kembali ke tangan pemerintahan colonial Belanda tepatnya pada tahun 1816.Pada masa itu, belum ada sama sekali sekolah negeri. Setahun kemudian Belanda pun mendirikan kembali sekolah – sekolah yang dikhususkan untuk bangsa Eropa dan Bumiputera. Namun sekolah – sekolah yang dikhususkan untuk Bumiputera bertujuan demi kepentingan politik dan ekonomi bangsa Belanda. Karena mereka berpikir bahwa tanpa bantuan dari Bumiputera, administrasi pemerintahan maupun pekerja bawahan dan pembangunan ekonomi tidak akan berhasil.Pada permulaan abad ke-20, di seluruh permukaan bumi terdapat perkembangan dan pembaharuan khususnya di bidang politik, ekonomi dan idiil, demikian juga di Indonesia. Perusahaan – perusahaan di Eropa sedang mengalami perkembangan yang pesat sehingga mereka membutuhkan tenaga pekerja yang terdidik dan ahli. Pada masa ini Van Deventer tidak hanya membuka sekolah untuk kaum Bumiputera melainkan juga membuka sekolah untuk golongan bawah berupa sekolah – sekolah desa. Dibalik semua itu, tujuan dari pendidikan tersebut adalah untuk memenuhi tenaga buruh guna memenuhi kepentingan modal Belanda.Selain menjadi buruh, ada juga yang diangkat menjadi pekerja – pekerja kelas dua yang ahli di bidangnya masing – masing seperti pertanian, teknik, administrasi dan lain – lainnya. Singkatnya, tujuan pendidikan ini adalah memperoleh tenaga kerja yang murah dan meraup keuntungan atau modal yang sangat besar untuk Belanda. Seluruh system tersebut tergantung pada pola penggolongan karena pemerintahan Hindia – Belanda masih berusaha mempertahankan system kolonialnya melalui aristokrasi. Secara umum setiap golongan memiliki jalur pendidikannya masing – masing dari sekolah dasar hingga ke perguruan tinggi Perkembangan pendidikan dasar berkembang terus sampai tahun 1930 dan kemudian terhenti karena krisis dunia (Malaise), tidak terkecuali Hindia – Belanda. Hal ini menyebabkan banyak sekolah – sekolah desa ditutup, dan juga dikarenakan penduduk desa kesulitan mendapatkan uang untuk menyekolahkan anaknya. Pada masa ini jumlah sekolah – sekolah lainnya juga mengalami penurunan. Walaupun demikian jumlah murid tidak turun, melainkan tetap naik. Akibatnya adalah banyak sekolah yang sebetulnya tidak memenuhi syarat sebagai tempat menuntut ilmu.Pada tahun 1940, Jepang dalam rangka mencapai “Kemakmuran Bersama Asia Raya” mengajak bangsa – bangsa Asia termasuk Indonesia untuk bekerja sama dalam perkembangan ekonomi dan industry, sebagai pusatnya Jepang itu sendiri. Karena dianggap suatu keharusan maka rencana tersebut oleh kalangan militer diterima dan disambut dengan hangat karena menjanjikan prestise – prestise kepahlawanan dan pengabdian. Disamping semua itu bangsa Indonesia malah bertambah miskin dan menderita demi untuk kepentingan perang Jepang.Karena Indonesia sebagai pusat bahan mentah, maka pendidikan yang diberikan oleh bangsa Jepang lebih ke bidang kemiliteran. Karena memenangkan perang merupakan tujuan utamanya. Namun hasilnya sangat luar biasa bagi bangsa Indonesia di kemudian hari, yaitu penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dan bahasa jepang sebagai bahasa kedua. Penggunaan bahasa belanda sangat dilarang pada masa itu. Secara nyata tujuan pendidikan pada jaman Jepang adalah mencptakan tenaga – tenaga pekerja cuma – cuma (Romusha) dan tentara – tentara untuk membantu Jepang dalam peperangan. Oleh karena itu banyak pelajar Indonesia yang diharuskan mengikuti pelatihan fisik, kemiliteran dan indoktrinasi ketat.Sejak jaman ini system penggolongan dihapuskan, sehingga semua golongan mampu memperoleh pendidikan yang sama. Pada masa ini pula sekolah rakyat berubah nama menjadi sekolah dasar yang lama pendidikannya selama enam tahun. Sekolah menengah dan kejuruan selama 3 tahun, dan hampir seluruh pendidikan tinggi ditutup, tetapi yang masih ada ialah Sekolah Tinggi Kodekteran di Jakarta (sekarang FKUI di Salemba) dan Sekolah Tinggi Teknik di Bandung (sekarang ITB). Dan Jepang membuka lagi Sekolah Tinggi Pemongpraja di Jakarta dan Sekolah Kedokteran Hewan di Bogor.Sistem persekolahan pada jaman Jepang tidak berbeda jauh dengan system persekolahan setelah kemerdekaan. Yang berbeda hanya nama sekolah, sedang jenis sekolah kejuruan apalagi perguruan tinggi yang sangat terbatas. Kesempatan belajar pun terbuka lebar bagi siapa saja dengan kata lain semua mendapat kesempatan yang sama.Keadaan pendidikan dan pengajaran pada jaman Jepang mengalami banyak penurunan yang drastis baik dari segi jumlah sekolah, murid dan guru. Dalam bidang pendidikan pada jaman Jepang memperlihatkan kemuduran yang menyolok. Walaupun terjadi banyak kemunduran, banyak keuntungan – keuntungan yang didapat bangsa Indonesia.Walaupun kemerdekaan pun telah diproklamasikan, namun masih ada beberapa daerah yang masih dikuasai oleh tentara sekutu. Oleh tentara sekutu bagian – bagian lain diserahkan kepada tentara Inggris. Namun hal tersebut mendapat perlawanan dahsyat bangsa Indoenesia yang menimbulkan banyak pertumpahan darah dari kedua belah pihak. Merasa tidak ingin terlibat lebih jauh, akhirnya digantikan oleh Belanda dan segera mendaratkan pasukannya di seluruh Indonesia.Dalam usaha memperoleh kembali Indonesia secara utuh, bangsa Indonesia telah banyak mengadakan perjanjian oleh pihak Belanda diantaranya Linggarjati (November 1946), Renville (Januari 1948) dan KMB (November 1949). Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, maka perubahan tidak hanya terjadi di pemerintahan saja namun juga dalam bidang pendidikan. Pendidikan disesuaikan dengan dasar dan cita – cita dari Bangsa dan Negara Merdeka. Oleh karena itu UUD 1945 dan pancasila lah yang dijadikan landasan idiil pendidikan Indonesia. Walaupun UUD mengalami banyak perubahan namun dasar negara kita tetap sama. Maka Pancasila tetap menjadi landasan idiil pendidikan Indonesia. Tujuan pendidikan pada masa ini lebih menekankan penanaman semangat patriotism agar menjadi warga Negara yang sejati yang menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk Negara dan bangsa.Hal tersebut dilakukan sesuai dengan kondisi yang dialami bangsa Indonesia pada masa itu, Negara dan bangsa sedang mengalami perjuangan fisik dan sewaktu – waktu bangsa Belanda masih akan berusaha menjajah kembali Indonesia. Oleh karena itu dirasa sangat penting penanaman semangat patriotisme agar kemerdekaan Indonesia dapat dipertahankan dan diisi.Dan pada bulan Desember 1949, UUD 1945, diganti dengan Konstitusi Sementara Republik Indonesia Serikat. Landasaan idiil pendidikan Indonesia tidak berubah namun tujuannya berubah. Sebagai warga Negara yang sudah merdeka dan menganut system demokrasi maka tujuan pendidikannya pun harus menghasilkan warga Negara yang demokratis pula. System persekolahannya tidak jauh berbeda dengan masa penjajahan Jepang, yaitu pendidikan dasar (6 tahun), pendidikan menengah (masing – masing 3 tahun), dan pendidikan tinggi. Semuanya dibuka untuk umum tidak ada lagi berdasarkan penggolongan – penggolongan tertentu.Karena semua sekolah dibuka lebar – lebar untuk semua lapisan masyarakat maka minat akan memperoleh pendidikan pun semakin tajam sehingga memaksa pemerintah untuk melakukan usaha usaha yang mengharuskan pemerintah untuk menampung hasrat dan keinginan belajar mereka. Diantaranya menambah jumlah sekolah rakyat, menambah durasi pendidikan sekolah rakyat menjadi 6 tahun dan menambah mutu dan tingkat pendidikan.Bukan hanya itu, hal tersebut juga mengharuskan pemerintah untuk memperbaiki segala fasilitas sekolah, menambah tenaga pengajar dan mengubah kurikulum yang semula demi kepentingan colonial manjadi selaras dengan kebutuhan bangsa yang merdeka. Perubahan – perubahan tersebut sudah tentu memerlukan biaya. Seberapa besar biaya yag dikeluarkan sangat sulit diperoleh, mengingat periode ini merupakan periode fisik dalam mempertahankan kemerdekaan.Kurikulum mengalami beberapa perubahan mulai dari kurikulum 1968,kurikulum 1975,kurikulum 1984, kurikulum 1994,dan terakhir kurikulum 2013.Pendidikan pada masa ini mungkin masuk pada era 3.0.Bagaimana pendidikan di Indonesia dengan era revolusi industry 4.0? Sudahkah para pakar pendidikan Indonesia siap menghadapi perubahan? 

(Disarikan dari berbagai sumber)

30 November, 2011

ThinkQuest Yang Menggoda



Pengunjung situs ,yang sangat saya banggakan khusus para siswa.Mungkin lama saya tidak menulis mengenai soal-soal matematika,kegiatan pada Blog ini, agak terabaikan karena kesibukan -kesibukan kerja, juga terus terang saya sedang konsentrasi pada ThinkQuest,portal e-learning semacam moodle,yang 
berisi 
    kegiatan pembelajaran di sekolah,menghasilkan penghargaan dari luar           negeri

 Project -Based Learning sebagai model pembelajaran yang diusung oleh ThinkQuest

03 Desember, 2009

Mari kita raih.. prestasi UN tertinggi

SOAL UJIAN NASIONAL

1. Dari 42 siswa kelas IA, 24 siswa mengikuti ekstra kurikuler pramuka, 17 siswa mengikuti ekstrakurikuler PMR, dan 8 siswa tidak mengikuti kedua ekstrakurikuler tersebut. Banyak siswa yang mengikuti kedua kegiatan ekstrakurikuler adalah ........

A.6 orang B. 7 orang C. 9 orang D.16 orang

2. Penduduk suatu perkampungan diketahui ada 182 jiwa berusia kurang dari 40 tahun, 128 jiwa berusia lebih dari 20 tahun, sedangkan 85 jiwa berusia di, antara 20 dan 40 tahun. Banyak penduduk di perkampungan itu adalah ........

A.395 jiwa B. 200 jiwa C.225 jiwa D.185 jiwa

3. Seorang pedagang membeli 2 karung beras masing-masing beratnya 1 kuintal dengan tara 2 %. Harga pembelian setiap karung beras Rp 200.000,00. Jika beras itu dijual dengan harga Rp 2.400,00 per kg, maka besar keuntungan adalah ........

A.Rp 34.000,00 B.Rp 56.000,00 C.Rp 68.000,00 D.Rp 80.000,00

4. Pada segitiga ABC, diketahui besar sudut C = 50°, sedangkan pelurus sudut B = 100°. Jenis segitiga ABC adalah ........

A.segitiga tumpul B.segitiga sembarang C.segitiga sama sisi
D.segitiga sama kaki

5. Keliling sebuah segitiga sama kaki 36 cm. Jika panjang alasnya 10 cm, maka luas segitiga itu adalah ........

A.360 cm² B. 180 cm² C.120 cm² D. 60 cm²

6. Keliling persegi ABCD = 64 cm. Luas persegi tersebut adalah ........

A.256 cm² B.128 cm² C.32 cm² D.16 cm²

7. Sebuah limas alasnya berbentuk jajaran genjang yang alas dan tinggi masing-masing 12 cm dan 10 cm. Jika volum limas itu 600 cm³, maka tinggi limas tersebut adalah ........
A.30 cm B. 15 cm C.10 cm D.5 cm

8. Limas T.ABCD diketahui panjang AB = BC = CD = AD = 14 cm. TA = TB = TC = TD = 25 cm. Jumlah luas sisi tegak adalah ........

A.336 cm² B.600cm² C.672 cm² D. 700cm²

9. Jari-jari alas sebuah kerucut 3,5 cm dan tingginya 12 cm. Jika digunakan = , maka luas kerucut itu adalah ........

A.132 cm² B.154 cm² C. 176 cm² D. 198 cm²

10. Volume sebuah kubus yang memiliki luas sisi 1.176 cm² adalah ........

A.1.331 cm³ B.2.197 cm³ C.2.744 cm³ D.4.096 cm³

Mau lebih....klik di sini ....masih kurang juga silahkan.....klik lagi. sukses ya

03 November, 2009

Pengumuman Kompetisi Matematika ke-26

Siswa yang ikut Kompetisi Matematika di SMP Negeri 13 Jakarta pada hari Minggu,1 November 2009 yang masuk Final adalah ....Download Peserta tersebut akan di uji lagi pada Hari Minggu,8 November 2009 pukul 08.00 - 10.00 di SMPN 13 Jl. Tirtayasa Jakarta . Selamat untuk yang berhasil dan sabar untuk yang belum beruntung

06 Agustus, 2009

Keindahan yang tak pernah habis



Bentuk-bentuk yang indah dapat dikembangkan dan terus dapat diciptakan oleh umat manusia yang kreatif. Bentuk pengubinan mungkin salah satu keajaiban matematika yang terus dapat dibuat oleh siapa saja,mulai dari anak-anak,remaja,bapak ibu, bahkan orang tua sekalipun. Caranya mudah: buat pola pengubinan berulang dan tidak ada celah (gap) maka anda telah menciptakan pola yang indah dan mengagumkan.
Perhatikan pola pengubinan yang sudah terkenal ini.








23 Juni, 2009

Rahasia kecantikan terdapat pada Matematika

Melihat judul di atas anda tentu heran,bagaimana matematika yang terkesan sulit dan garang, memilki suatu konsep keindahan dan kecantikan, coba simak penjelasan berikut ini.
Pada pelajaran matematika ada suatu perbandingan yang disebut Golden ratio (perbandingan mas) yang didasarkan pada barisan Fibonacci, dimana setiap bilangan pada barisan bilangan diperoleh dengan menjumlah bilangan dengan bilangan sebelumnya,seperti: 1,1,2,3,5,8,13,21,…

Kita akan melihat bagaimana barisan Fibonacci membentuk Golden Ratio,yang besarnya : Φ = 1.618 033 ...

Perhatikan setiap perbandingan bilangan asli dengan barisan Fibonacci:

1/1 = 1

2/1 = 2

3/2 = 1.5

5/3 = 1.666...

8/5 = 1.6

13/8 = 1.625

21/13 = 1.61538...

34/21 = 1.61905...

55/34 = 1.61764...

89/55 = 1.61861...

Jika proses ini dilanjutkan maka akan mengahasilkan suatu perbandingan yang sering disebut dengan "phi" (Golden Ratio ): Φ = 1.618 033 988 7...

Perbandingan ini sejak zaman dahulu sering digunakan oleh arsitek dan seniman untuk menghasilkan karya besar yang indah . Seperti: Parthenon, rahasia keindahannya adalah bentuk persegi panjang dengan perbandingan lebar dan panjang yang setara dengan golden ratio.









secara alamiah ditemukan pada bunga matahari.

Dibawah ini adalah topeng yang dibuat dengan Golden Ratio

Perhatikan artis Amerka Jessica Simpson, bila kita letakan topeng tadi pada wajahnya maka terpenuhi proporsional panjang hidung,jarak mata dan dagu sesuai dengan perbandingan mas (golden Ratio) keseluruhannya membentuk wajah yang kita katakan cantik!!









Coba anda tempelkan topeng tadi pada artis Indonesia, Dian Sastro...apakah Golden Rationya masih proporsional...kalau ya tentu kita katakan Dian memang cantik. Penasaran dengan topeng tadi coba pasang pada wajah kita (dengan bercermin).. tentu anda yang tahu apakah wajah kita memenuhi proporsi sesuai dengan golden ratio atau tidak, bila tidak, jangan kuatir masih ada orang melihat anda dengan inner beauty. Matematika memang indah dan cantik.








29 Mei, 2009

Bumi dan Ras Manusia Secara Matematis

Kehidupan sehari-hari manusia di sebuah desa


Bumi Kita

Bumi tempat manusia hidup memang berjalan sesuai mekanisme alam, berotasi pada porosnya,berevolusi terhadap matahari ,bersama matahari mengarungi angkasa luas.
Manusia bagian kecil dari makhluk hidup yang ada di bumi,sebenarnya dan seharusnya hidup dengan harmonisasi alam karena kita sesungguhnya bagian dari alam tersebut.
Kegiatan yang dilakukan manusia, seperti : industri,penggalian bahan tambang,penebangan hutan bukan untuk perbaikan bumi tetapi untuk mencapai kesenangan sesaat ras manusia.
Gempa bumi,gunung meletus,tsunami,tanah longsor adalah peristiwa alam yang cepat atau lambat akan terjadi karena kita bermukim di atas bumi yang labil. Manusia mengatakan bencana alam bila menimpa dirinya, peristiwa yang terjadi merupakan hal yang biasa terjadi pada alam. Kegiatan industri,penggalian bahan tambang,penebangan hutan dan sebagainya yang diperbuat manusia hanya mempercepat proses alam yang akan terjadi. Kasus Lumpur Lapindo, sebagai contoh, peristiwa semburan merupakan hal biasa pada alam tetapi dengan kecerobohan manusia proses alam tadi dipercepat, kita sebenarnya sedang menunggu rangkaian peristiwa berikutnya seiring cepatnya proses industri di segala bidang yang memanfaatkan sumber daya alam dengan luar biasa.
Analoginya begini, kita menggali lubang pada tanah datar , tanah digali terjadi lubang dan tumpukan tanah, bentuk tanah datar berubah reliefnya ada yang tinggi dan rendah, ada peristiwa alam yang terjadi dengan skala mikro, hitung secara matematis bagaimana bila penggalian dilakukan secara besar sebelum besar-besaran. Berikutnya tunggu apa yang akan menimpa kita. Tsunami,tanah longsor, gempa atau...semburan lumpur. Jadi proses tersebut dicetuskan dan dipercepat oleh manusia yang tidak hati-hati dan bijaksana dalam pengelolaan alam. Ras manusia mungkin musnah lebih cepat dengan perbuatannya. Bumipun tetap beredar dan berjalan sesuai mekanisme alam, penghuni bumi silih berganti, seperti musnahnya Dinosaurus. Hakekatnya pengelolaan sumber daya alam dengan bijaksana untuk memperlambat proses musnahnya ras manusia.
Mari kita hitung pemakaian bahan bakar kendaraan,: sebuah sepeda motor dalam sehari rata-rata mengkonsumsi 5 liter,bila dalam satu rumah rata-rata ada 2 sepeda motor, berapa pemakaian bahan bakar dalam sehari,sebulan,setahun dan bila dalam sebuah kota ada 5000.000 sepeda motor,berapa konsumsi bahan bakar dalam sehari,sebulan dan setahun. Bayangkan betapa bumi kita semakin keropos dan tunggu peristiwa yang akan menyertai , hematlah bahan Bakar




Bumi Yang Keropos

14 Januari, 2009

BOROBUDUR WARISAN DUNIA

Borobudur dan matematika
Bentuk candi Borobudur selain sangat indah dan mempesona juga menyimpan banyak pengetahuan yang perlu lebih di dalami oleh para ahli. Dalam bidang matematika bentuk-bentuk yang ada merupakan kajian-kajian yang sangat menarik . Perhatikan dengan cermat, ada berapa bentuk lingkaran pada candi tersebut? Apakah lingkaran-lingkaran tersebut memiliki titik pusat yang sama? Sebutkan letak titik pusat lingkaran tadi?
Bila anda pelajar yang baik dan pintar tentu dapat menjawab pertanyaan tadi dengan mudah dan bila direnungkan lebih dalam anda akan menghargai betapa nenek moyang kita sangat cerdas dan pandai.

Perhatikan bentuk sketsa Borobudur
Gambar 1




Ternyata bentuk dasar Borobudur dibuat dengan bantuan garis-garis yang saling bersilangan (grid),perhatikan gambar di bawah ini.
















Gambar 2,memperlihatkan bagaimana candi tersebut dibuat dengan berpikir matematis ( amati garis-garis yang berwarna biru )

Tinggi Borobudur memiliki perbandingan antara Head:Body:Foot sebesar 9:6:4




Nenek Moyang kita memang luar biasa, mudah-mudahan jejak-jejak mereka menjadi inspirasi siswa untuk belajar lebih keras dan bersemangat ternyata bangsa kita adalah bangsa yang besar dan cerdas.

04 Desember, 2008

Ulangan Semester pertama Tahun 2008


Sebuah Pesan
Siapkan diri sebaik mungkin, kelas VII merupakan awal mengikuti kegiatan ulangan semester di SMP karena itu kalian harus benar-benar siap dan jangan samakan seperti waktu masih di SD, kelas VIII yang " masih senang bermain " harus berubah menjadi siswa yang dapat di andalkan. dan kelas IX tidak ada waktu untuk "bermain", inilah saatnya kalian menyiapkan diri menjadi yang terbaik menuju sekolah idaman.

19 Agustus, 2008

63 TAHUN KITA MERDEKA ?


Suatu Perbandingan

17 Agustus 2008 dengan 17 Agustus 1945

Pada bulan Agustus 2008, kegiatan masyarakat Indonesia semua terpusat untuk merayakan Dirgahayu Republik Indonesia ke- 63.

Di kota-kota besar sampai pelosok desa, penuh dengan gapura,umbul-umbul berwarna-warni dan kibaran bendera merah putih dengan berbagai ukuran.

Perayaan semakin semarak dengan berbagai kegiatan karnaval, pertandingan dan lomba, ada balap karung,makan kerupuk,balap sepeda,panjat pinang, membawa kelereng dengan sendok,memindahkan bendera kecil, dan sebagainya.

Pada suatu kesempatan panitia perayaan kemerdekaan mencatat peserta karnaval yang membawa bendera ,sebagai berikut:

No

Jumlah anak (A)

Jumlah bendera (B)

1

5

10

2

10

20

3

20

40

4

40

80

Dari data di atas terlihat bila jumlah anak bertambah maka jumlah bendera juga bertambah begitu pula sebaliknya bila jumlah anak berkurang maka banyak bendera juga berkurang, perbandingan ini sering disebut perbandingan senilai

Karena hasil perbandingannya memang senilai,

5/10 = 10/20= ½

10/20=20/40= ½ dan seterusnya.

Bila disimpulkan dari tabel data di atas

A1/ A2 = B1 / B2

bentuk perbandingan ini dapat ditulis sebagai berikut:

A1 X B2 = A2 X B1 atau

A1= B1/ B2 X A2

Contoh 1:

Peserta karnaval 40 anak dan bendera yang dibawa ada 80 buah, bila peserta 65 anak berapa bendera harus disediakan?

Pemecahan 1:

Misal banyak bendera yang disediakan k buah

Maka berdasarkan perbandingan senilai,

A1/A2 = B1/B2 , 40/65 = 80/ k

40 X k = 65 X 80

k = 80/40 X 65

k = 2 X 65

k = 130

Jadi banyak bendera yang harus disediakan 130 buah

Contoh 2:

Bila peserta karnaval memakai seragam dan harga 18 buah seragam Rp. 540.000,00. berapa harga 3 lusin seragam?

Pemecahan 2:

Misal harga 3 lusin seragam g

3 lusin = 3 X 12 =36 buah seragam

Maka berdasarkan perbandingan senilai,

A1/A2 = B1/B2 , 18/36 = 540.000 / g

18 X g= 36 X 540.000

g = 36/18 X 540.000

g = 2 X 540.000

g = 1080.000

Jadi harga 3 lusin seragam adalah Rp. 1080.000,00

LOMBA GERAK JALAN

Panitia perayaan kemerdekaan mencatat kegiatan lomba gerak jalan dari mulai garis start sampai finis,sebagai berikut:

No

Kelompok

Kecepatan (km/jam) (A)

Waktu (jam)

(B)

1

Anak-anak

2

3

2

Wanita

3

2

3

Pria

4

1,5

Dari data di atas terlihat bila kecepatan bertambah maka waktu berkurang begitu pula sebaliknya bila waktu bertambah maka kecepatan berkurang, perbandingan ini sering disebut perbandingan berbalik nilai

Karena hasil perbandingannya memang berbalik nilai,

2/3 dan 3/2

3/4 dan 2 /1,5 = 4/3 dan seterusnya.

Kesimpulkan dari tabel data di atas

A1/ A2 = B2 / B1 bentuk perbandingan ini dapat ditulis

sebagai berikut:

A1 X B1 = A2 X B2 atau

A1= B2 / B1 X A2

Contoh 3:

Peserta gerak jalan pria dapat menempuh dalam waktu 1,5 jam dengan kecepatan 4 km/jam dari garis start ke garis finish bila peserta remaja dapat menempuh dengan waktu 1 jam , berapa kecepatan peserta remaja dalam lomba tersebut?

Pemecahan 3:

Misal kecepatan peserta remaja d km/jam

Maka berdasarkan perbandingan berbalik nilai,

A1/A2 = B2/B1 , d / 4 = 1,5/ 1

1 X d = 4 X 1,5

d = 1,5/1 X 4

d = 1,5 X 4

d = 6

Jadi kecepatan peserta remaja adalah 6 km/jam




17 Mei, 2008

PENGEMBANGAN DIRI SEBAGAI MODAL DASAR DALAM MENELUSURI BAKAT DAN MINAT SISWA

TANGRAM MELATIH DAYA KREASI SISWA


Tangram sudah lama dikenal manusia sejak zaman dahulu kala bahkan ada yang mengatakan sebagai sarana untuk menampilkan kreatifitas manusia dalam menampilkan bentuk-bentuk benda/hewan/manusia dalam bidang datar.

Tangram adalah persegi, yang dipotong-potong menjadi beberapa bentuk bidang datar ,seperti: segitiga,jajargenjang,persegipanjang(perhatikan gambar disebelah kiri atas). ,bidang-bidang ini dengan daya kreatifitas manusia dapat disusun menjadi siluet yang bermakna.


Bentuk-bentuk Tangram yang pernah dibuat oleh manusia


Aktifitas Anggota Math Club SMP Negeri 49 Jakarta dalam menciptakan bentuk-bentuk dari Tangram

Mengukur dan menggunting persegi menjadi potongan-potongan Tangram






















Hasilnya....aneka bentuk/siluet ada jerapah, roket,ayam,manusia dan...terserah image kalian masing-masing











PARA CREATOR TANGRAM member's MATH CLUB 49 TAHUN 2008


13 Mei, 2008

Potret Buram Dunia Pendidikan di Indonesia

SISI GELAP DUNIA siswa DALAM BELAJAR

Siswa pada umumnya dalam belajar berharap dapat mengerti apa saja yang telah dipelajari namun dalam perjalanan untuk mencapai hasil yang maksimal sering tergoda dengan hal-hal yang menyimpang. Berikut ini hasil observasi tingkah- laku siswa dalam menghadapi ulangan harian,ulangan mid semester, ulangan semester dan ujian ( Nasional atau sekolah).


  1. Cara klasik

Siswa yang ingin menyontek sering gelisah, duduk tidak tenang seolah-olah kursinya berpaku,tengok kiri-kanan,melirik, mengamati guru yang ada, pandangan sering kebawah meja untuk melihat buku atau catatan, bisik-bisik/berkata lirih, membuat ulah/pura-pura bertanya agar guru lengah dalam pengawasan.

  1. Semi klasik

Siswa dalam menyontek menyusun strategi dengan temannya, ada yang mengangkat kertas ulangan agak tinggi agar temannya dapat melihat, memberikan tanda/kode bila soal pilihan ganda pegang dahi adalah a, pegang kuping c dan sebagainya tergantung perjanjian dengan temannya, menukar kertas buram dengan sisipan contekan, kertas contekan diselipkan di tempat pensil,kaos kaki atau baju, bila kelas lain sudah ulangan siswa mencari bocoran soal, membuat kamuflase kertas catatan langsung diselipkan pada lembar soal.

  1. Cara konvensional

Strategi nyontek yang lebih terencana bergiliran izin keWC,tukar-menukar informasi di WC, meninggalkan pesan di WC, menyimpan buku/catatan di WC.

  1. Semi konvensional

Hal ini sering terjadi pada pelaksanaan ujian nasional karena melibatkan orang ketiga yang bukan siswa, memberikan tanda/kode pada siswa dengan membuat janji di WC, memberikan bunyi-bunyian, tanda morse atau yang lain, mengganti jawaban siswa dengan jawaban yang benar ,melalui sms,memberikan bocoran soal.

  1. Cara muktahir

Hasil ujian siswa secara politis dikonversi (disesuaikan agar lebih banyak yang lolos, eh! Maaf lulus,gitu loh) atau cara lain intervensi operator komputer penginput data hasil UN ( bahasa yang terlalu tinggi untuk siswa ).

Demikian hasil pengamatan,renungan,analisis,dan sintesis semoga menjadi pemikiran kita semua untuk apa sebenarnya belajar, mencari ilmu atau nilai. Pada siswa yang benar-benar mengerti apa yang sudah dipelajari tetaplah tekun menggali ilmu pengetahuan kelak kalian akan memahami tujuan belajar.











Belajar jujur pada diri sendiri dan jangan nyontek


24 April, 2008

Saatnya memanfaatkan pengetahuan Matematikamu dalam menghadapi Ujian Nasional

Matematika bukan pengetahuan yang menakutkan tetapi pengetahuan yang bermanfaat bagi hidup kita


Pilihlah a,b,c atau d untuk jawaban yang benar pada soal di bawah ini




















































11 Maret, 2008

Matematika harus dipelajari dengan pemahaman

Langkah ketiga mendekati Ujian Nasional
Bentuk-bentuk soal harus dicermati

Pilihlah a,b,c atau d untuk jawaban yang benar

1. Dua buah lingkaran masing-masing berjari-jari 8 cm dan 18 cm saling bersinggungan di luar. Panjang garis singgung persekutuan luarnya adalah…

a. 24 cm b. 25 cm c. 26 cm d.28 cm


2. Persamaan garis yang melalui titik A(6, -2) dan tegak lurus terhadap garis dengan

persamaan : 3x – 2y = - 6 adalah ..... .

a 3y – 2x + 18 = 0 b. 2y + 3x + 8 = 0 c. 3y + 2x – 6 = 0 d. 2y – 3x + 22 = 0

3. Persamaan garis lurus yang sejajar dengan garis y+2 = 2x melalui titik (0, 4) adalah…..

a. y = 2x + 4 b. y = -2x + 4 c. y = -2x - 4 d. y = 2x - 4


4. Dalan suatu kelas yang jumlah siswanya 46 orang, 33 anak senang pelajaran matematika, 27
anak senang pelajaran Fisika dan 12 anak tidak suka kedua pelajaran tersebut. Banyaknya
siswa yang senang terhadap pelajaran matematika tetapi juga senang pelajaran Fisika
adalah ….

a. 7 siswa b. 11 siswa c. 18 siswa d. 26 siswa

5. Jiaka H adalah himpunan bilangan prima kurang dari atau sama dengan 11 dan K adalah himpunan bilangan yang merupakan faktor dari 220, maka H Ç K adalah …..

a. {2, 5, 11}

b. {2, 3, 4, 11}

c. {2, 5, 10, 11}

d. {2, 4, 5, 10, 11}

6. Sebuah toko memberikan diskon kepada setiap pembeli sebesar 20 % untuk semua barang. Sebuah barang dipasang label harga Rp. 75.000,00. Setelah diskon tersebut, pemilik toko masih mendapatkan untung 25%. Harga pembelian barang tersebut adalah …

a. Rp. 45.000,00

b. Rp. 48.000,00

c. Rp. 50.000,00

d. Rp. 52.500,00

7. 30 orang pekerja dapat menyelesaikan sebuah proyek dalam waktu 60 hari. Setelah 30 hari bekerja, pekerjaan terhenti 15 hari. Jika proyek itu harus selesai tepat waktu sesuai dengan jadwal kontrak, maka banyaknya pekerja harus ditambah sebanyak .... orang.

  1. 15
  2. 30
  3. 45
  4. 60

8. Skala dari suatu gambar rencana adalah 1 : 200. Jika tinggi rumah pada gambar rencana 12,5 cm maka tinggi rumah sebenarnya adalah ….

a. 16 m

b. 25 m

c. 260 m

d. 250 m

9. Dalam kompetisi Matematika terdiri dari 50 soal, setiap peserta akan mendapatkan skor 4 untuk jawaban benar, skor -2 untuk jawaban yang salah dan skor -1 untuk soal yang tidak dijawab. Jika salah seorang peserta dapat menjawab 45 soal dan ternyata jawaban benar ada 36 nomor, maka skor yang diperolehnya adalah …

a. 115

b. 121

c. 144

d. 167

10. Diketahui fungsi f(x) = m(x + 3) – n. Jika f (-5) = 4 dan f (3) = 8 ,

maka hasil dari 2m + 3n = …

a. -14

b. -15

c. -16

d. -17

11. Himpunan penyelesaian dari : 3(5x – 1) = 2(6x + 15) adalah ….

a. {9}

b. {10}

c. {11}

d. {16}

12.Seorang pemilik toko radio menjual sebuah radio dengan harga Rp.108.000,00. Dari penjualan tersebut pemilik toko mendapatkan untung 20 %. Harga beli radio sebelumnya adalah ... .

a. Rp.86.400,00 b. Rp.88.000,00 c. Rp.90.000,00 d.Rp. 96.000,00

13.Sebuah panti asuhan memiliki 21 buah sarung dan 35 buah peci yang akan dibagikan kepada sejumlah anak yatim. Jika setiap anak mendapatkan sarung dan peci dalam jumlah yang sama, banyaknya anak maksimun yang dapat dibagi adalah .

a. 3 orang

b. 7 orang

c. 8 orang

d. 9 orang

14.Sebuah pertenakan mempunyai persediaan makanan selama 24 hari untuk 140 ekor kambing peliharaannya. Jika kambingnya bertambah 20 ekor, maka persediaan makanan itu akan habis selama ... hari.

a. 26

b. 21

c. 16

d. 10

15. Suku kelimabelas barisan bilangan 1, 3, 6, 10, .... adalah ...

a. 90

b. 105

c. 120

d. 135

16. Suku ke-3 suatu barisan geometri adalah 1250 dan suku ke-6 dari barisan tersebut adalah 156.250 maka suku ke-1 barisan tersebut adalah ….

a. 15

b. 20

c. 25

d. 50

17. Pak Jono mempunyai terigu sebanyak 10 karung dengan bruto 600 kg. Jika taranya 2%, maka netto satu karung terigu adalah ….

a. 60,0 kg

b. 58,8 kg

c. 48,2 kg

d. 46,8 kg

Google
Belajarlah untuk masa depanmu

Ads

banner

Catatan kecil untuk Anda

Read this document on Scribd: math is queen
water fall water fall water fall water fall