

Perhatikan pola pengubinan yang sudah terkenal ini.









Siswa sering bingung membedakan kedua sebutan itu, sebelum membahas nol dan kosong. Kita kembali kepada dasar-dasar matematika, menurut matematika bilangan dan lambang/simbol bilangan( sering disebut angka) dua hal berbeda.
Bilangan adalah konsep abstrak mengenai suatu hal,serta bersifat universal sehingga tidak dapat dirasa,diraba apalagi dilihat.Bila kita mengatakan bilangan dua ( bhs Indonesia),loro (bhs. Jawa) atau two (bhs. Inggris), menyatakan konsep yang sama tentang dua. Tetapi seperti apa dua kita tidak mengetahui karena ia adalah suatu konsep yang abstrak. Untuk mengetahuinya kita memerlukan lambang/simbol bilangan.
Lambang/simbol bilangan bermacam-macam bentuknya,kita dapat melihat dan membuatnya, seperti: 1,2,3,4,..dst atau I,II,III,IV,…(Romawi), nah setelah berbentuk lambang inilah bilangan dapat dilihat dan dibuat , lambang tersebut sering disebut angka.
Akan halnya nol dan kosong, perhatikan ilustrasi berikut:
Di suatu lapangan terdapat dua anak sedang bermain bola. Dua jam kemudian kedua anak tersebut pindah bermain. Jadi, tidak ada lagi anak yang bermain di lapangan tersebut. Kita dapat mengatakan bahwa banyaknya anak di lapangan tersebut sekarang adalah nol orang. Di sini, nol anak menunjukkan bahwa memang tidak ada anak di lapangan tersebut. Tetapi, nol orang menunjukkan bahwa memang tidak ada orang di lapangan tersebut. Jadi sekarang jelas dalam matematika nol adalah bilangan sedangkan kosong dan tiada adalah sifat. Bilangan tidak sama dengan sifat. Berarti nol dan kosong adalah dua hal yang berbeda Contoh yang paling jelas adalah antara himpunan yang beranggota nol dengan himpunan kosong. Himpunan nol adalah himpunan yang anggotanya hanya satu unsur yaitu nol, sedangkan himpunan kosong adalah himpunan yang tidak mempunyai anggota. Karena itu sebaiknya agar tidak rancu katakan 007 dengan nol nol tujuh bukan kosong kosong tujuh.karena lambang/simbol 0 untuk bilangan nol bukan kosong. Sebanyak 5% dari hutan di Papua bisa langsung memperoleh pendanaan dari pasar karbon internasional melalui mekanisme pembangunan bersih (CDM= Clean Development mechanism), dan sekarang Pemerintah Daerah Papua sedang memproses sertifikat internasional untuk keperluan itu.
Papua saat ini memiliki 42 juta hektar hutan yang terdiri atas 50 persen hutan konservasi, 30 persen hutan produksi, dan sisanya hutan konversi.
Dari hutan konversi, 5% yang akan dimanfaatkan untuk kelapa sawit khusus diproses untuk menghasilkan energi hijau (green energy) berupa biofuel.
(Mengupayakan biofuel berarti mengupayakan pengurangan emisi dari minyak fosil dan kami harap bisa diproses untuk mendapatkan sertifikat CDM).
Gubernur Papua menyebutkan, satu juta hektar hutan memiliki nilai 5 miliar dolar AS per tahun, dengan target pasar adalah negara-negara annex 1 Protokol Kyoto (negara-negara maju) di Eropa. (negara-negara maju telah lama menjadi pengemisi karbon dan menyebabkan pemanasan global )
Mari kita hitung dan dukung harapan Gubernur Papua
Berapa hektar hutan di Papua Yang bisa langsung memperoleh pendanaan dari pasar karbon internasional ?
Berapa nilai (dalam dolar AS) hutan di Papua Yang bisa langsung memperoleh pendanaan dari pasar karbon internasional ?
Sumber: ANTARA NEWS
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda S Goeltom dalam acara diskusi meja bundar ke-5 PPSK di Jakarta, mengungkapkan pengaruh harga minyak terhadap pertumbuhan ekonomi berdasarkan simulasi perhitungan yang telah dibuat Bank Indonesia.
Simulasi mengenai sensitifitas kenaikan harga minyak tahun 2008 sbb:
| Harga minyak (Dollar AS/barel) | Pertumbuhan ekonomi |
| | |
| 60 | 6,54 persen |
| 70 | 6,24 persen |
| 80 | 5,94 persen |
| 90 | 5,64 persen |
| 95 | ............................ |
Tabel memperlihatkan setiap peningkatan harga minyak rata-rata 10 dolar Amerika Serikat (AS) per barel dalam setahun akan menurunkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,3 persen.
Berapa pertumbuhan ekonomi bila harga minyak mencapai 95 dolar AS/barel?
Berapa pertumbuhan ekonomi bila harga minyak mencapai 100 dolar AS/barel?!